Tampilkan postingan dengan label AMDAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AMDAL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

PERANAN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Selamat membaca, dan semoga ilmu ini bemanfaat bagi kita semua.

Kegiatan pembangunan dilaksanakan untuk kesenangan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pembangunan mempunyai potensi yang besar untuk menimbulkan dampak lingkungan.

Adalah suatu aturan kesepakatan yang sudah diterima, bahwa pihak yang menimbulkan dampak bertanggungjawab terhadap semua kerugian dan kerusakan yang.ditimbulkannya (the polluter must pay for the damage he has done). Pemahaman tentang Dampak Lingkungan menjadi sangat penting pada setiap kegiatan pembangunan  untuk terciptanya lingkungan yang selaras, harmonis dan sehat.

Peranan AMDAL dalam Perencanaan Pembangunan : Pembangunan adalah  kebutuhan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat. Pembangunan sering mengeksploitasi lingkungan  yg akan menyebabkan perubahan kondisi lingkungan. Untuk mengarahkan pembangunan agar tidak merusak tatanan lingkungan maka perlu dilakukan kajian aspek lingkungan maka diperlukan adanya AMDAL.

AMDAL  memberikan rekomendasi yang harus dilakukan oleh pemrakarsa pembangunan agar kondisi lingkungan tetap terjaga dan tidak merugikan mahluk hidup khususnya manusia untuk  jangka pendek maupun jangka panjang.

AMDAL  sbg alat perencanaan untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan ttg proyek yang direncanakan . Pd pelaksanaan AMDAL peran serta masyarakat  untuk mengetahui dan memberikan masukan di akomodir.

Konsep Amdal :
1.Sbg alat  utk merencanakan tidakan preventif thd kerusakan lingkungan yg mungkin akan ditimbulkan oleh st kegiatan pembangunan yg sedang direncanakan.
2.Mempelajari hub timbal balik atau interaksi antara pembangunan dan lingkungan (ekologi pembangunan).

Arti Dampak  Pembangunan Terhadap Lingkungan :
1.Perbedaan antara kondisi lingkungan sebelum ada pembangunan dan yg diprakirakan akan ada setelah ada pembangunan (Clark, 1978).
2.Perbedaan antara kondisi lingkungan yg diperkirakan akan ada tanpa adanya pembangunan dan yg diprakirakan akan ada dgn adanya pembangunan tsb (Munn, 1979).

Masalah Kesehatan Di Indonesia :
1.Penyakit infeksi yg masih tinggi
2.Meningkatnya penyakit degeneratif akibat prilaku
3.Meningkatnya penyakit akibat kondisi lingkungan (pencemaran).

Dampak Kegiatan Pembangunan :
1.Fisik
2.Biologi
3.Sosial
4.Ekonomi
5.Budaya, dan
6.Kesehatan masyarakat.

DAMPAK PEMBANGUNAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT

Selamat membaca, dan semoga ilmu ini bemanfaat bagi kita semua.

Kegiatan pembangunan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat. Dilain sisi, kegiatan pembangunan mempunyai potensi yang besar untuk menimbulkan dampak lingkungan. Adalah suatu aturan kesepakatan yang sudah diterima, bahwa pihak yang menimbulkan dampak bertanggungjawab terhadap semua kerugian dan kerusakan yang.ditimbulkannya (the polluter must pay for the damage he has done). Pemahaman tentang Dampak Lingkungan menjadi sangat penting pada setiap kegiatan pembangunan  untuk terciptanya lingkungan yang selaras, harmonis dan sehat.

Tahapan Kegiatan Pembangunan  :  
A. Tahap Prakonstruksi :
1.Pengadaan Lahan
2.Mobilisasi peralatan
3.Pematangan tanah,
4.Pembuatan pagar,
5.Penimbunan,
6.Pengerasan tanah,
7.Pembuatan saluran air,
8.Pembuatan jalan utama,
9.Cabang cabang jalan, pematokan lahan,
10.Pengadaan jaringan listrik,
11.Pengadaan sarana telkom.
12.dll
B.Tahap Konstruksi :
1.Pembangunan sarana fasilitas
2.Pemasangan mesin mesin
3.Pemasangan pipa pipa ,
4.Pengeboran ,
5.Penggunaan bahan peledak,
6.Pembangunan kantor, Gedung dan sarana lainnya
7.Pembuatan jalan dalam lokasi kawasan proyek, 
8.Pemasangan alat alat komunikasi,
9.Pembangunan konstruksi unit pengolah limbah dan lain   lain.
C.Tahap Operasi :
1.Kegiatan produksi dan distribusi hasil
2.Rekruitmen tenaga kerja professional
3.Bertambahnya mobilitas penduduk
4.Dihasilkannya limbah
5.Terjadi peningkatan arus lalu lintas dari kenderaan
6.dll
D.Tahap Pasca Operasi :
1.Mobilisasi alat-alat produksi,
2. Mobilisasi tenaga kerja
3. Meningkatnya kepadatan dan mobilisasi penduduk
4.Dihasilkannya limbah proyek dan penduduk.
5.dll.


Dampak Kegiatan Pembangunan :
Umumnya: :
1.Fisik
2.Biologi
3.Sosial
4.Ekonomi
5.Budaya, dan
6.Kesehatan masyarakat.

A.Dampak tahap prakonstruksi :
1.Terhadap Psikis
a.keresahan masyarakat,
b.harga tanah tidak menentu
c.konflik sosial
d.masalah lalu lintas.
e.hilangnya mata pencaharian pddk).
f.dll

2.Terhadap Fisik
a.kebisingan,
b.debu mengakibatkan ispa, penimbunan debu di paru yang bersifat permanen.
c.dll

B.Dampak tahap konstruksi :
Terhadap Psikis Dan Fisik :
1.masalah lalu lintas.
2.masuknya budaya dr tenaker dr luar
3.kebisingan
4.debu mengakibatkan ispa, penimbunan debu di paru yang bersifat permanen.
5.dll

C.Dampak tahap operasi :
1.Terhadap Psikis
a.konflik sosial
b.masalah lalu lintas.
c.masuknya budaya dr tenaker dr luar
d.dll
2.Terhadap Fisik
a.kebisingan
b.limbah yang mengakibatkan pencemaran lingkungan yg dpt menimbulkan gangguan kesehatan akut maupun kronis.
c.dll

Prinsip Penanganan Dampak Kesehatan :
1.Menghilangkan /mengendalikan sumber  dampak  (bahan pencemar, vektor penyakit, mikroorganisme penyebab, dan alat-alat yang digunakan)
2.Mengelola media lingkungan dengan pendekatan teknologi
3.Membuat base line data kesehatan masyarakat
4.Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan pemantauan dampak
5.Promosi kesehatan kepada masyarakat.
6.Upaya sanitasi lingkungan.

PENILAIAN DAMPAK LINGKUNGAN

Selamat membaca, dan semoga ilmu ini bemanfaat bagi kita semua.

Penilaian dampak lingkukngan dimaksudkan suatu usaha untuk dapat membantu melakukan evaluasi scr terpadu dr kelompok 2 komponen dr keseluruhan dampak.

Tujuan penilaian dampak : agar kegiatan proyek dpt menunjukkan biaya dan keuntungan dr setiap dampak dan besarnya masyarakat yg akan terkena dampak. Penilaian dampak juga dapat digunakan untuk mengevaluasi perbandingan biaya dan keuntungan berbagai segi dr tiap alternatif yg diusulkan oleh pemrakarsa proyek.

Metoda yang digunakan dalam penilaian Dampak :
1.Metode Informal (Mrpkan metode prakiraan yang sederhana berdasarkan intuisi atau pengalaman, Dasar prakiraan tidak dinyatakan secara eksplisit, Contoh : metode matriks Leopold, besarnya dampak diberi nilai 1 s/d 10. Dapat menggunakan pendapat seorang atau bbrp pakar  yang berpengalaman dlm bidang dampak tsb).
2.Metode Formal yg terdiri dari:
a.Model Prakiraan Cepat
b.Model Matematik (Menggunakan model yg telah tersedia atau yang khusus dikembangkan dlm penelitian AMDAL ttt. Mis X=f (A,B,C .....)
c.Model Fisik (Meniru keadaan di lapangan dg skala ttt. Disebut juga  model simulasi. Mis. Skala 1 : 10, cth : Penyebaran zat pencemar dr cerobong asap)
d.Model Eksprimental (Bisa dilakukan di laboratorium),

Metoda Prakiraan Besarnya Dampak : Besarnya dampak selalu diusahakan pernyataannya scr kuantitatif dg angka, skala atau nilai. Nilai yg dipakai dpt berupa 1 – 5 atau 1-10. 1 = utk tdk ada dampak, biasanya diberi tanda + atau - .Bisa juga 0 – 1 atau 0 – 100% .

Metoda Penentuan Pentingnya Dampak : 
1.Tentukan sekelompok ahli utk memberikan evaluasi pentingnya dampak. Jelaskan skala penilaian yg dipakai mis: 1 – 5
2.Siapkan matrik dg kolom berupa nilai penting, dan baru berupa keadaan lingkungan yg akan dinilai penting atau tidak
3.Daftar (matrik) tsb (ad 2) diberikan kpd msg2 ahli dlm kelompok tsb dan diulang bbrp kali sampai isian nilai penting itu mantap, disepakati dan dpt dipertanggung jawabkan maknanya.
4.Hasil penilaian dr semua evaluator dijumlahkan dan ditentukan rata2nya sbg rata2 penilaian penting kelompok.

METODA ANALISIS AMDAL KESMAS

Selamat membaca, dan semoga ilmu ini bemanfaat bagi kita semua.

 
 (Skema Analisis AMDAL Kesehatan Masyarakat)

Analisis mengenai dampak lingkungan adalah hasil studi untuk mengkaji/memperkirakan kemungkinan timbulnya dampak penting terhadap komponen-komponen lingkungan hidup dari suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan untuk memberikan masukan pada proses pengambilan keputusan.

Kesehatan masyarakat merupakan kondisi ketahanan fisikdan psikis dari suatu komonitas di daerah tertentu yang merupakan cermin dari kebiasaan hidup dengan kualitas kesehatan lingkungannya. Kesehatan lingkungan merupakan kondisi dari berbagai media lingkungan (air, udara, tanah, makanan, manusia, vektor penyakit material) yang tercermin dalam sifat fisik, biologis dan kimia dari kualitas parameter2 lingkungan yang berpengaruh pada kesehatan masyarakat. Untuk mengambarkan besarnya potensi dampak dapat digunakan pendekatan ADKL.


Hal-hal penting yg perlu dipahami :
1.Lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yg digariskan dl KA (Kerangka Acuan)
2.Komponen lingkungan yg diteliti mrpk isu pokok
3.Komponen lingkungan yg diteliti hrs bersifat lokal spesifik
4.Sebagai alat bantu dpt menggunakan kegiatan2 sejenis, refrensi dan studi lingkungan yg relevan.


Tujuan :
1.Memahami dan melakukan kajian mengenai aspek-aspek kesehatan masyarkat dalam penyusunan amdal
2.Memahami keterkaitan antara jenis usaha atau kegiatan, perubahan parameter lingkungan, manusia terpajan dan bentuk dampak kesmasy serta sd kesehatan
3.Membantu mempermudah proses pengkajian aspek kesehatan masyarakat dalam studi amdal
4.Membantu menyajikan hasil kajian yang informatif.


Ruang lingkup kajian aspek Kesehatan Masyarakat :
1.Parameter lingkungan yg diperkirakan  terkena dampak dan berpengaruh thd kesehatan
2.Proses dan potensi terjadinya pemajanan
3.Potensi besarnya dampak timbulnya peny. (angka kesakitan & kematian)
4.Karakteristik spesifik penduduk yg berisiko
5.Sumber daya kesehatan
6.Kondisi sanitasi lingkungan
7.Status gizi masyarakat
8.Kondisi lingk yg dpt memperburuk proses penyebaran penyakit.


Identifikasi Dampak Potensial :
1.Yang berhub dgn cemaran : 
a.Penyebaran bahan pencemar di media lingkungan
b.Jalur pemajanan yg mungkin terjadi
c.Telaah data dan informasi berdasarkan studi toksikologi, epidemiologi dan studi kesehatan lingkungan
d.Pengalaman negara lain untuk kasus sejenis
2.Yang berhub dgn perindukan vektor (binatang perantara penyakit) :
a.Perubahan lahan yg dpt menimbulkan genangan air
b.Perubahan vegetasi yg menunjang atau menghambat berkembang-biaknya vektor
c.Telaah data atau informasi dr studi kes lingk survei malariometrik dan studi epidemiologi ttg peny. Bersumber binatang
d.Pengalaman negara lain untuk kasus sejenis.
3.Yang berhub dgn perilaku masyarakt :
a.Kebiasaan pemanfaatan  air
b.Kebiasaan penggunaan bahan “repellent”
c.Kebiasaan penggunaan insektisida
d.Kebiasaan yg berhub dgn sanitasi
e.Kebiasaan ykg berhub dgn pengelolaan makanan f.Kebiasaan yg berhub dgn masalah kesehatan (berobat, kontak penderita, dsb).


Evaluasi Dampak Potensial :
1.Seberapa besar/luas rencana usaha atau kegiatan dpt menimbulkan perubahan kualitas lingk yg memungkinkan berkembang biaknya vektor penyakit?
2.Seberapa besar/luas rencana usaha atau kegiatan memerlukan pengerahan SDM (lokasi dan pendatang) shg memungkinkan terjadinya interaksi antar penduduk dan memiliki potensi utk menimbulkan peny menular?
3.Seberapa besar/luas rencana usaha atau kegiatan membutuhkan/menggunakan bahan toksik dan mempunyai potensi utk menimbulkan risiko kesehtan, baik akut maupun kronis seperti : keracunan, kanker, kelainan reproduksi dan peny menahun lainnya?
4.Seberapa besar/luas rencana usaha atau kegiatan dpt menurunkan scr berarti pemenuhan makanan dan gizi masyarakat dari generasi ke generasi?
5.Seberapa besar/luas rencana usaha atau kegiatan akan menurunkan kualitas sumber daya manusia krn daya dukung lingk sedemikian rupa shg berdampak terhadap kesehtan masyarakat?


Pemusatan Dampak Penting (Focussing) :
1.Sifat dampak ( menimbulkan peny akut dan kronis)
2.Jumlah penduduk yg terkena dampak yg mengakibatkan gangguan kejiwaan, penderitaan seumur hidup dan atau kematian
3.Beban ekonomi yg ditanggung masyarakat.


Dalam memilih metoda pengumpulan dan analisis data yg relevan perlu mempertimbangkan masalah kesehatan masyarakat secara epidemiologis, seperti: 
1.Perubahan mendasar atau dampak penting lingk gy akan dialami oleh kelompok atau lapisan masyarakat yg akan ditelaah;
2.Satuan analisis (rumah tangga, desa, kab, prov) yg akan diukur;
3.Ukuran2 yg bersiffat penting menurut pandangan masyarkat  di sekitar rencana usaha atau kegiatan;
4.Ketersediaan tenaga, waktu dan dana.


Metoda Pengumpulan Data :
1.Observasi/pengamatan lapangan;
2. pengumpulan data skunder;
3.Penelusuran data dan informasi, bahan2 refrensi
4.Wawancara dengan menggunakan kuesioner;
5.Wawancara mendalam;
6.Diskusi kelompok terarah (fgd).


Penentuan Sampel :
1.Purposive Sampling
2.Random Sampling dengan mempertimbangkan ;
a.derajat keseragaman (homogenitas)
b.presisi yg dikehendaki
c.kedalaman analisis.

Metoda Analisis Data   :
1.Metoda Analisis Dampak Kes. Lingk
2.Metoda Epidemiologi kualitatif maupun kuantitatif
3.Analisis Toksikologi
4.Analisis Resiko Kesehatan Lingkungan

Metoda Prakiraan Dampak : Besaran dampak mencakup jenis, sifat, sebaran dan beban yg diproyeksikan kpd jumlah penduduk terkena dampak tertunda.
1.Perkiraan perluasan habitat vektor penyakit
2.Analisis risiko kualitatif dan kuantitatif
3.Analisis jalur pemajanan di masa depan
4.Analisis risiko epidemiologis
5.Analisis biaya dampak kesehatan
6.Analisis perubahan perilaku masyarakat terhadap dampak kesehatan.

Mitigasi Dampak : 
1.Pengelolaan lingkungan secara arif dan bijaksana serta ilmiah
2.Promosi kesehatan
3.Baku mutu emisi dan lingkunan
4.Aplikasi teknologi
5.Low enforcement kpd pemilik
6.Pemantauan lingkungan secara priodik maupun insidental.

PELINGKUPAN

Selamat membaca, dan semoga ilmu ini bemanfaat bagi kita semua.

Lingkup Rona Lingkungan Hidup Awal : Merupakan gambaran kondisi lingkungan sekitar rencana usaha/kegiatan sebelum pembangunan.

Kondisi komponen lingkungan yang didiskripsikan adalah :
1. Lingkungan Geofisik Kimia yang meliputi : a.Geografi wilayah, b.iklim (curah hujan, suhu, kelembaban udara, penyinaran matahari,arah dan kecepatan angin c.Geologi : Fisiografi, Stratigrafi d.Tata ruang wilayah dan pemanfaatan lahan.
2. Lingkungan Biologi yang meliputi : a. Flora teresrial, b. Fauna : Darat dan Perairan
3.Lingkungan Sosial, Ekonomi dan Budaya  meliputi : a.demografi, b.potensi ekonomi, c.budaya masyarakat
4.Kesehatan Masyarakat meliputi : a. Pola penyakit    b. Sumber daya kesehatan c. Kondisi Sanitasi Lingkungan
5.Transportasi.

Proses Pelingkupan :
1.Merupakan suatu proses yg dilakukan utk menentukan lingkup permasalahan yg dimungkinkan akan terjadi dan akan berkembang.
2.Sebagai proses utk menemukan atau menetapkan dampak penting hipotetik yg sering disebut masalah utama dari suatu kegiatan pembangunan  thd lingkungan hidup sekitarnya.

Tahapan Proses Pelingkupan :
1.Identifikasi Dampak Potensial
2.Penentuan Dampak Penting Hipotetik.

Lingkup Wilayah Studi :
1.Batas wilayah proyek yg merupakan rencana pembangunan
2.Batas ekologis mrpk batas ruang persebaran dampak menurut media transportasi zat polutan
3.Batas  administrasi yg dibatasi oleh kesatuan wewenang tata administrasi pemerintahan. Ditentukan  berdasarkan pertimbangan skala ekonomi dan sosial masyarakat yg diperkirakan akan terpengaruh oleh kegiatan pembangunan
4.Batas sosial yg ditentukan dengan mempertimbangkan keberadaan pemukiman yg berbatasan langsung atau berdekatan serta terkait erat dengan rencana kegiatan pembangunan proyek.

Sabtu, 19 November 2011

STRATEGI PENATAAN RUANG

Falsafah dan Dasar Hukum :
  • UUD 1945 Pasal 33 ayat (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara
  • UUD 1945 Pasal 33 ayat (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan Dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  • UU Nomor 26 Tahun 2007 : Penataan Ruang
  • UU Nomor 23 Tahun 1997 : Pengelolaan Lingkungan Hidup. UU sbg pedoman utk pengelolaan LH bg rencana kegiatan
  • UU Nomor 32 Tahun 2009 : Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

    MAKSUD: menserasikan berbagai kegiatan  pembangunan sektor dalam pengembangan wilayah dan pembangunan daerah sehingga dalam pemanfaatan lahan dan ruang dapat optimal, efisien dan serasi.
    TUJUAN :  Arahan struktur dan lokasi beserta hubungan fungsionalnya yang serasi dan seimbang dalam rangka memanfaatkan sumber daya alam dan manusia sehingga dapat tercapai hasil pembangunan yang optimal dan efisian bagi peningkatan kualitas manusia dan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan.

    Ruang : wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.

    Penataan ruang : suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.
    • Perencanaan tata ruang : suatu proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang.
    • Pemanfaatan ruang : upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruang sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya.
    • Pengendalian pemanfaatan ruang : upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang.
    Penyelenggaraan penataan ruang : kegiatan yang meliputi pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan penataan ruang.
    • Pengaturan penataan ruang : upaya pembentukan landasan hukum bagi Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penataan ruang.
    • Pembinaan penataan ruang :upaya untuk meningkatkan kinerja penataan ruang yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.
    • Pelaksanaan penataan ruang : upaya pencapaian tujuan penataan ruang melalui pelaksanaan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.
    • Pengawasan penataan ruang adalah upaya agar penyelenggaraan penataan ruang dapat diwujudkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Kamis, 17 November 2011

    AMDAL

    Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) : adalah hasil studi untuk mengkaji/memperkirakan kemungkinan timbulnya dampak penting terhadap komponen-komponen lingkungan hidup dari suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan untuk memberikan masukan pada proses pengambilan keputusan
    Klasifikasi AMDAL (dickert) :
    1. Fungsi identifikasi : membantu menentukan atau mengidentifikasi aktivitas proyek yg dapat menimbulkan dampak, menentukan komponen2 lingkungan yang akan terkena dapak serta dpat menggambarkan aliran dapak diantara komponen.
    2. Fungsi pendugaan : menentukan perubahan kuantitatif yg meliputi dimensi waktu dan ruang yg akan terjadi penyajian nilai kuantitatif untuk kmponen fisik dan kimia pada umumnya tidak menemui masalah ttp untuk komponen biologi, politik, sosekbud relatif belum banyak berkembang.
    3. Fungsi  evaluasi : membantu melakukan evaluasi secara keseluruhan dampak yang menunjukkan biaya & keuntungan dari setiap dampak dan besarnya masyarakat/populasi yg terkena dampak juga dapat digunakan untuk mengevaluasi perbandingan biaya dan keuntungan berbagai segi.
    Ruang lingkup kajian aspek kesehatan masyarakat pada AMDAL :
    1. Parameter lingk yg diperkirakan  terkena dampak dan berpengaruh thd kesehatan
    2. Proses dan potensi terjadinya pemajanan
    3. Potensi besarnya dampak timbulnya peny. (angka kesakitan & kematian)
    4. Karakteristik spesifik penduduk yg berisiko
    5. Sumber daya kesehatan
    6. Kondisi sanitasi lingkungan
    7. Status gizi masyarakat
    8. Kondisi lingkungan yang dapat memperburuk proses penyebaran penyakit.
    Pelingkupan : proses awal untuk menentukan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi dampak penting yang terkait dengan rencanan usaha/kegiatan.



    Pelingkupan : Bertujuan untuk membatasi penelitian AMDAL pada hal yang penting untuk pengambilan keputusan , Kegiatan mengidentifikasi hal penting utuk menentukan di antara dampak yg telah diidentifikasi sebagai dampak penting, Hanya dampak penting inilah yg dimasukkan ke dalam ruang lingkup  penelitian AMDAL ,Meliputi bidang, ruang dan waktu., Digunakan sebagai dasar utk menyusun Kerangka Acuan (KA).
    Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelingkupan :
    1.Lingkup wilayah studi mengacu pada penetapan wilayah studi yg digariskan dl KA (Kerangka Acuan)
    2.Komponen lingkungan yg diteliti mrpk isu pokok
    3.Komponen lingkungan yg diteliti hrs bersifat lokal spesifik
    4.Sebagai alat bantu dpt menggunakan kegiatan2 sejenis, refrensi dan studi lingkungan yg relevan.
    Metode :
    1. Metode Ad Hoc : disebut juga metode expert comitte, yaitu metode yang sangat sederhana dimana beberapa ahli yang bersangkutan dari berbagai bidag diminta untuk membuat identifikasi & prediksi dampak dari suatu kegiatan pembangunan dan diambil suatu konsensus. Metode ini disebut juga metode delphi.
    2. Metode check list : lebih baik daripada metode ad hoc dimana ada metode ini dapat dengan mudah dilakukan identifikasi dan prediksi dampak karena telah ada susunan aktifitas kegiatan dan komponen lingkungan yag telah dipersiapkan lebih dulu. (metode checklis sederhana, meode checklist dengan uraian, metode checklist berskala, dan metode checklist berskala dengan pembobotan).
    3. Metode matriks : hanyalah merupakan 2 daftar dimensi yang menggunakan baris untuk daftar komponen lingkungan sedangkan lajurnya untuk daftar aktivitas dari proyek, dengan bentuk matriks tersebut maka dapat ditetapkan interaksi diantara aktivitas proyek dengan komponen lingkungan atau dapat diketahui sebab2 yang tejadi dalam dampak, tapi metode matriks ini tidak dapat menunjukkan aliran dampak atau hubungan komponen lingkungan lainya.

    Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)

    Rencana pengelolaan lngkungan (RKL) : Suatu upaya pengelolaan lingkungan yg didasarkan & disusun dengan pendekatan teknologi, ekonomi dan institusional  


    Fungsi RKL : sebagai pedoman dalam menanggulangi dampak dengan demikian RKL dpt engikat semua pihak untuk memebentuk, menanggulangi terjadi dampak negatif dalam pembangunan.


    Menguraikan tentang  :
    • komponen lingkungan terkena dampak
    • sumber dampak
    • bobot dan tolak ukur dampak
    • tujuan pengelolaan
    • upaya pengelolaan lingkungan. 
    Pendekatan RKL :
    • Pendekatan teknologi (berupaya secara teknis untuk menanggulangi kerusakan lingkungan khususnya limbah dan pencemaran)
    • Pedekatan ekonomi (berisi uraian tentang bagaimana kemungkinan bantuan pihak2 tertentu, pemerintah atau lainya dapat membantu finansial berupa peringanan bea masuk dan pajak, birokrasi, dan juga pendekatan masalah sosbud yang timbul)
    • Pendekatan institusional (berisi uraian tentang pengembangan kerja sama institusional dan sektor2 terkait)

      Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)

      Rencana pemantauan lingkungan (RPL) : disusun atas dasar rekomendasi yang terdapat dalam dokumen ANDAL dan RKL


      Berisi uraian tentang :
      • dampak yg timbul
      • jenis dampak
      • faktor lingkungan yang dipantau
      • tolak ukur dampak
      • lokasi
      • periode pemantauan
      • pelaksana pemantauan
      • metode dalam analisis dalam pemantauan peralatan.

      RPL  merupakan pedoman yg lebih tentang bagaimana seharusnya pemantauan, kapan seharusnya dilaksanakan pemantauan dan siapa yg bertanggung jawab.

      ANDAL

      Dasar pertimbangan perlunya ANDAL :
      1.Keanekaragaman hayati(Rona Awal)
      2.Keterbatasan sumber daya
      3.Efisiensi (Biaya).

      Kegiatan utama :
      1.Pengumpulan data & infiormasi tentang :
      • komponen rencana kegiatan  :  data yang dikumpulkan adala data tentang berbagai aktifitas rencana kegiatan baik pada tahap prakonstruksi, lonstruks maupun, pasca konstruksi.
      • komponen rona lingkungan awal :  data yang dikumpulkan terutama komponen lingkungan ; giogeofisik, sosek, susbud, kesehatan masyarakat.
      • metodologi pengumpulan data :  metode pengumpulan dan analisi data harus jelas dan sesuai dengan metode yang lazim digunakan pada masing-masing komponen lingkungan tersebut, maka dibuat matriks interaksi, apabila ada interaksi maka data itulah yang aka dikumpulkan untuk kepentingan analisis identifikasi, prakiraan dan evaluasi dampak besar dan penting
      2.Proyeksi perubahan rona awal : kondisi atau kualitas lingk sesuai data analisis kes ling sebelum ada kegiatan  
      3.Penentuan (prediksi/interpretasi) dampak penting :  hasil kajian tidak besarnya perubahan rona lngkungan awal dengan kondis akibat adanya rencana kegiatan yg kelak akan dilaksanakan  
      4.Evaluasi dampak penting :
      • a.bersifat holistik (kesatuan yg terkait dan mempengaruhi)
      • b.hub sebab akbat antara rencana kegiatan dengan rona lingkungan awal
      • c.karakteristik dampak penting
      • d.penyebaran dampak penting 
      • e.cara pendekatan dalam penanganan dampak 
      5.Alternatif pengolahan dan pemantauan lingkungan : 
      • a.komponen lingkungan terkena dampak, sumber dampak, tolak ukur dan bobot dampak
      • b.metode pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang mencakup faktor biogeofisika, kimia, sosek, sosbud, kesmas.
      • c.saat pengelolaan dan pemantauan lingkungan akan dilaksanakan 
      • d.pelaksanaan pengelolaan

      Kerangka Acuan (KA) AMDAL

      Kerangka acuan : harus disusun dan disepakati bersama oleh semua pihak yang berkepentingan yaitu pemrakarsa, instansi yang bertanggung jawab, komisi ataupun calon penyusun ANDAL.

      Tujuan :
      1. Merumuskan lingkup dan kedalaman studi ANDAL
      2.Mengarahkan studi ANDAL agar berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan biaya, keterbatasan waktu yang disediakan.

      Fungsi :
      1.Sebagai rujukan penting bagi pemrakarsa, instansi teknis yang bertanggung jawab, konsultan penyusun, dan komisi AMDAL tentang lingkup dan kedalaman studi
      2.Sebagai salah satu rujukan untuk penilaian dokumen AMDAL dalam evaluasi hasil studi.



      Wawasan lingkungan bagi penyusun kerangka acuan :
      Dijaga dan dilestarikan fungsi dan keberadaanya yaitu :
      1.hutan lingdung
      2.sumber daya air
      3.keanekaragaman hayati
      4.warisan alam dan warisan budaya
      5.kesehatan dan kenyamanan lingkungan
      6.kualitas udara
      7.daya dukung lingkungan (self purification/homeostatis)
      8.nilai-nilai budaya yang berorientasi, selaras dengan lingkungan.